
Halo para "seniman" garis yang budiman. Setelah kita membahas Butterfly yang suka terbang tinggi dan Bat yang suka bersembunyi di gua, hari ini kita akan kembali ke asal-usul. Kita akan membahas Bapak dari segala pola harmonik: The Gartley Pattern.
Ditemukan oleh H.M. Gartley pada tahun 1935 (ya, saat kakek buyut Anda mungkin belum lahir), pola ini sering disebut "Gartley 222" karena ditemukan di halaman 222 bukunya. Pola ini adalah kakek moyang dari semua struktur XABCD. Masalahnya, banyak trader "zaman now" yang sering salah kaprah. Mereka melihat bentuk huruf "M" atau "W" di chart, lalu langsung teriak "Gartley!". Padahal, kalau diukur, itu cuma coretan asal-asalan.
Di artikel ini, kita akan membedah artikel MQL5 Part 10 tentang cara membuat robot yang bisa membedakan mana Gartley yang asli (The Godfather) dan mana yang cuma "Gartley-Gartley-an" (KW Super). Siapkan mental Anda, karena kita akan bicara soal presisi matematika yang tidak mengenal toleransi "mirip-mirip dikit".
Jika Bat Pattern adalah versi "ekstrem" dengan retracement dalam, Gartley adalah versi "standar" yang elegan. Perbedaan utamanya ada di satu angka keramat: 61.8%.
Inilah aturan main Gartley yang sebenarnya (catat, jangan sampai tertukar dengan Bat!):
Banyak trader manual gagal trading Gartley karena mata mereka "siwer". Membedakan level 61.8% dan 65% di chart yang sedang bergerak cepat itu sulit. Di sinilah robot MQL5 masuk sebagai hakim garis yang adil.
Langkah pertama sama seperti harmonic lainnya: deteksi Swing High dan Swing Low. Kita menggunakan parameter PivotLeft dan PivotRight untuk memastikan titik yang kita ambil benar-benar puncak atau lembah yang valid, bukan sekadar noise pasar.
Inilah bagian terpenting dari kode robot kita. Robot akan mengukur jarak X ke A, lalu mengecek di mana B terbentuk.
Logikanya sederhana tapi kejam: double Ratio_XB = MathAbs(X-B) / MathAbs(X-A); if (MathAbs(Ratio_XB - 0.618) < Tolerance) { Valid_Gartley = true; }
Lihat variabel Tolerance itu? Itu toleransi error. Karena pasar Forex bukan laboratorium, kita izinkan meleset sedikit (misal 5-10%). Tapi kalau melesetnya kejauhan, robot akan membatalkan sinyal.
Saat harga menyentuh level 78.6% XA (Titik D), robot tidak ragu. Dia tidak menunggu konfirmasi candlestick yang sering telat. Dia pasang jaring (Pending Order) atau hajar Kanan (Market Order) di titik tersebut.
- Bullish Gartley: Buy di D.
- Bearish Gartley: Sell di D.
Jangan takut melihat kode. Anggap saja ini resep masakan yang harus ditakar pas.
Kita simpan semua titik (X, A, B, C, D) dalam sebuah struct agar rapi.
Lalu kita gunakan array dinamis untuk menyimpan sejarah pergerakan harga. Ini penting agar robot bisa "mengingat" titik X yang mungkin terjadi minggu lalu.
Robot di artikel ini dilengkapi fitur menggambar OBJ_TRIANGLE.
- Segitiga XAB.
- Segitiga BCD.
Warna bisa disesuaikan (misal Biru untuk Gartley). Jadi saat Anda buka MT5, chart Anda terlihat profesional seperti chart analis di Bloomberg, bukan coretan anak TK.
Gartley Pattern punya rasio Risk:Reward yang bagus karena Stop Loss-nya jelas.
Stop Loss: Sedikit di bawah/atas titik X. Jika harga menembus X, berarti pola gagal (invalidated). Jangan ditahan!
Take Profit:
- TP1: 38.2% dari AD.
- TP2: 61.8% dari AD.
Robot akan menghitung level ini secara otomatis. Anda tidak perlu menarik fibonacci retracement manual yang sering salah tarik.
"Bang, saya bisa kok tarik garis sendiri."
Bisa, tapi apakah konsisten?
Manusia punya kecenderungan Cocoklogi.
"Wah, ini B-nya di 55%, tapi bentuknya bagus. Anggap Gartley lah." -> STOP!
Robot tidak punya emosi. Jika rasionya tidak pas, dia tidak akan entry. Kedisiplinan matematis inilah yang membuat Harmonic Trading menjadi profitable. Tanpa disiplin rasio, Harmonic Trading cuma jadi seni lukis abstrak.
Saya harus jujur. Pola Gartley yang SEMPURNA (B tepat di 61.8% dan D tepat di 78.6%) itu jarang muncul. Kalau Anda set toleransi terlalu ketat (0%), robot Anda mungkin tidak akan open posisi selama setahun.
Tapi kalau toleransi terlalu longgar, Anda akan menangkap banyak sinyal palsu. Kunci suksesnya ada di Optimasi Parameter Tolerance saat backtesting. Cari angka yang pas antara kuantitas sinyal dan kualitas akurasi.
Artikel MQL5 Part 10 ini mengajarkan kita untuk menghormati sejarah (H.M. Gartley) dengan cara modern (Algoritma). Gartley Pattern adalah strategi yang sudah teruji waktu hampir satu abad. Dengan mengotomatisasinya, Anda menghilangkan kelemahan terbesar manusia: subjektivitas dan emosi.
Bayangkan punya asisten pribadi yang memantau 20 pair mata uang, mengukur setiap lekukan harga dengan penggaris Fibonacci, dan mengeksekusi trade tepat di level 78.6% saat Anda sedang tidur. Itu bukan mimpi, itu kekuatan MQL5.
Berhenti menggambar garis ngawur. Mulailah trading dengan presisi.
Tertarik mencoba robot "The Godfather" ini? Atau ingin belajar coding pola harmonik lainnya agar portofolio robot Anda makin lengkap?
Jangan lupa untuk Follow akun social media INVEZTO sekarang juga! Kami rutin membedah strategi algo-trading, memberikan tutorial coding MQL5 yang renyah (no pusing-pusing club), dan tips psikologi trading biar Anda tetap waras di pasar yang gila ini. Klik follow, dan mari kita cuan dengan gaya klasik!
Multi-Level Grid Trading M...
Bitcoin: Asia Serves Toxic...
Pasar Forex Curang? ...
Bitcoin: Siap Asapi Nasdaq...