
Harga emas (XAU/USD) kembali menjadi sorotan pasar setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pergerakan terbaru menunjukkan tanda-tanda tarik-menarik antara buyer dan seller, terutama setelah harga gagal menembus level psikologis penting di sekitar $3.800. Berikut analisa teknikal terperinci untuk memahami peluang pergerakan emas ke depan.
Reli yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir telah membawa harga emas mendekati area jenuh beli (overbought) di beberapa indikator teknikal. Hal ini memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh sebagian pelaku pasar.
Pada sesi Rabu, harga sempat mengalami koreksi ringan, tetapi munculnya aksi buy on dip (beli saat harga turun) menunjukkan bahwa tren bullish masih mendominasi secara keseluruhan.
Namun, kegagalan emas untuk menembus resisten kuat di $3.800 menjadi sinyal awal bahwa dorongan bullish mulai kehilangan tenaga.
Jika harga mampu menembus $3.800 dengan volume dan momentum yang kuat, emas berpotensi melanjutkan tren naiknya dengan target berikutnya menuju area $3.850 – $3.880.
Sebaliknya, penurunan berkelanjutan di bawah $3.750 akan membuka ruang koreksi lebih dalam menuju $3.710 – $3.700. Zona ini diperkirakan menjadi basis kuat bagi buyer, tetapi jika ditembus secara meyakinkan, tekanan jual bisa semakin besar dan menyeret harga ke $3.670 atau lebih rendah.
Dalam jangka pendek, emas kemungkinan akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan range $3.750 – $3.800. Breakout dari range ini akan menjadi penentu arah berikutnya.
Meskipun tren utama emas masih bullish, sinyal kelelahan mulai terlihat setelah harga gagal menembus $3.800. Oleh karena itu, trader perlu memperhatikan area kunci:
Zona $3.700 akan menjadi area krusial: bertahan berarti tren naik berlanjut, sementara tembus berarti koreksi lebih dalam bisa terjadi.
Multi-Level Grid Trading M...
Bitcoin: Asia Serves Toxic...
Pasar Forex Curang? ...
Gartley Pattern MQL5: The ...