Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 11 Nov, 2025

Analisis EURUSD: Selamat Datang di "Kanal Neraka" Bearish. Mimpi Beli di Pucuk? Nanti Dulu!

Analisis EURUSD: Selamat Datang di "Kanal Neraka" Bearish. Mimpi Beli di Pucuk? Nanti Dulu!

Trader EURUSD Terbagi Dua: Yang Ngarep Buy dan Yang Realistis

Ah, EURUSD. Pasangan mata uang favorit sejuta umat. Pasangan yang bikin analis teknikal dan fundamental berdebat sampai berbusa. Setiap kali harganya turun sedikit, muncullah gerombolan "Buy The Dip!" yang dengan gagah berani mencoba menangkap pisau jatuh. Mereka berharap inilah dasarnya, inilah "The Bottom", saatnya mengubah $100 jadi $10.000.

Lalu, ada golongan kedua. Golongan realis. Atau, sebut saja mereka "kaum pesimis" yang muak melihat portofolio mereka merah gara-gara melawan tren. Mereka melihat grafik dan berkata, "Ini jelas-jelas lagi terjun bebas, kok nekat beli?"

Hari ini, kita akan membedah sebuah analisis yang datang dari salah satu analis di TradingView. Analisis ini, jujur saja, lebih condong ke golongan kedua. Judulnya "EURUSD: Bearish Channel Continuation Setup". Kalau diterjemahkan secara bebas, artinya: "EURUSD Masih Mau Turun, Ini Cuma Lanjutan Pesta Para Beruang."

Bagi Anda yang masih ngeyel EURUSD bakal ke bulan dalam waktu dekat, silakan siapkan kopi. Artikel ini mungkin akan sedikit menyakitkan, tapi tenang saja, ini semua demi "edukasi". Dan ingat, ini bukan nasihat keuangan. Kalau Anda margin call setelah baca ini, itu 100% tanggung jawab Anda yang gatal pencet tombol. Mari kita bedah!

Apa Kata "Si Analis"? Membedah Setup EURUSD dari TradingView

Setiap analis punya cara pandang sendiri. Ada yang pakai "ilmu nujum" bintang, ada yang pakai indikator rumit kayak rumus matematika kuantum. Nah, analis kita yang satu ini, 'melikatrader94', pakai metode yang (untungnya) cukup klasik dan gampang dipahami: Analisis Struktur Pasar dan Pola Grafik.

Dia bilang, EURUSD ini lagi "nyaman" banget di dalam sebuah jalur khusus. Jalur yang sempit, menurun, dan tampaknya belum ada niat untuk keluar.

Pola Utamanya: Si "Descending Channel" yang Nggak Ada Akhlak

Pelajaran pertama untuk trader pemula: Apa itu Descending Channel (Kanal Turun)?

Bayangkan Anda menggambar dua garis lurus paralel di grafik. Satu garis menghubungkan puncak-puncak yang makin rendah (lower highs), dan satu garis lagi menghubungkan lembah-lembah yang makin rendah (lower lows). Nah, jadilah sebuah kanal. Ini kayak seluncuran di waterbom, tapi isinya duit Anda yang meluncur ke bawah kalau Anda nekat buy.

Si analis melihat persis pola ini di EURUSD. Harga bergerak "sangat rapi" di dalam kanal ini. Dia mantul di atap (garis resistance), lalu turun ke lantai (garis support), mantul sedikit, naik lagi ke atap, lalu turun lagi. Begitu terus. Ini menunjukkan bahwa kekuatan penjual (bear) masih dominan. Setiap kali harga mencoba naik, para seller di atas sana langsung bilang, "Eh, mau ke mana? Turun lagi!"

Poin pentingnya adalah "Continuation" (Lanjutan). Ini bukan setup untuk reversal (balik arah). Ini adalah setup yang bertaruh bahwa pola ini akan berlanjut. Sederhananya: yang sudah turun, kemungkinan akan makin turun.

"Bearish Flag"? Tanda-Tanda Lanjut Ngesot

Tidak cuma kanal besar, si analis juga melihat ada pola kecil yang baru terbentuk: sebuah Bearish Flag (Bendera Beruang) atau Pennant (Panji-panji). Pola apa lagi ini?

Bayangkan tiang bendera. Tiang ini adalah penurunan harga yang tajam dan cepat. Lalu, benderanya adalah konsolidasi singkat. Harga kayak bingung, naik-turun di area sempit, seolah-olah lagi "istirahat". Ini adalah fase di mana para seller sedang ambil napas sejenak sebelum menekan harga lebih dalam lagi.

Menurut analisis tersebut, harga sudah "memecahkan" (breakdown) pola bendera ini ke arah bawah. Ini adalah konfirmasi super-bearish. Ibaratnya, setelah istirahat minum, rombongan bear siap lari maraton lagi ke selatan.

Level Kunci yang Katanya "Penting" (Padahal Semua Level Penting Kalo Lagi Floating)

Analisis teknikal tanpa level harga itu bagaikan sayur tanpa garam: hambar. Si analis memberikan kita beberapa "zona perang" yang wajib dipantau. Kalau Anda mau main tembak-tembakan, ini adalah benteng-bentengnya:

  • Zona Resistance (Atap Benteng): 1.1535 – 1.1550. Ini adalah 'plafon' tempat para seller lagi pasang badan. Kalau harga naik ke area ini, kemungkinan besar akan "dilempar" lagi ke bawah. Ini adalah zona ideal untuk mencari sinyal short (jual).
  • Zona Support (Lantai Pertama): Sekitar 1.1517. Ini adalah target turun pertama. Lantai sementara. Kalau harga sampai sini, mungkin akan ada sedikit perlawanan dari buyer. Tapi ingat, di dalam bearish channel, support itu ada untuk dipecahkan.
  • Level Invalidasi (Titik Ngaku Salah): Di atas 1.1578. Nah, ini penting. Seorang trader profesional tahu kapan dia harus mengaku salah. Kalau harga ternyata bablas naik, menembus zona resistance 1.1550, dan bahkan ditutup di atas 1.1578, setup ini resmi GAGAL TOTAL. Ini bukan lagi bearish, tapi prank. Saatnya tutup laptop, pergi ngopi, dan jangan balas dendam.

Skenario Perang Dunia EURUSD: Skenario Sell vs Skenario Zonk

Oke, kita sudah tahu polanya (kanal turun), kita sudah tahu konfirmasi kecilnya (bendera pecah), dan kita sudah tahu level-levelnya. Sekarang, gimana cara "main"-nya? (Ingat, ini edukasi, bukan sinyal!).

Skenario Idaman (Kalau Market Nurut): The Bearish Continuation

Ini adalah skenario yang diharapkan oleh si analis dan semua kaum bear. Rencananya begini:

  1. Sabar Menunggu. Jangan kejar harga. Kalau harga sudah terlanjur turun, biarkan. Trader pintar tidak mengejar kereta yang sudah jalan. Kita tunggu "kereta"-nya balik lagi ke "stasiun".
  2. Cari Konfirmasi di Zona Resistance. "Stasiun" kita adalah zona 1.1535 - 1.1550. Kita tunggu harga naik lagi ke area itu (istilah kerennya: retest).
  3. Eksekusi Short (Jual). Begitu harga menunjukkan tanda-tanda penolakan di area tersebut (misalnya, muncul candle jelek kayak pin bar atau bearish engulfing), barulah itu jadi sinyal untuk masuk posisi SELL.
  4. Pasang Pengaman (Stop Loss). Segera pasang 'rem blong' Anda di atas level invalidasi, yaitu di atas 1.1578. Ini adalah asuransi jiwa Anda. Kalau kena, berarti analisis kita salah. Ikhlaskan.
  5. Tentukan Target (Take Profit). Target profit pertama ada di support 1.1517. Kalau Anda tipe serakah (atau "optimis"), Anda bisa menargetkan lantai bawah dari channel turun tersebut, yang mungkin bisa jauh lebih dalam.

Ini adalah rencana yang logis, rapi, dan punya manajemen risiko yang jelas. Indah, bukan?

Skenario Realita (Kalau Market Lagi Iseng): The Bull Trap atau Failed Setup

Sayangnya, Tuan Market tidak peduli dengan garis-garis cantik yang kita gambar di grafik. Dia bisa melakukan apa saja semaunya. Ada skenario pahit yang bisa terjadi:

Harga memang naik ke zona resistance 1.1535 - 1.1550. Kita sudah senang, siap-siap pasang sell. Tiba-tiba, entah ada berita apa, harga didorong kuat ke atas. Resistance 1.1550 jebol kayak tembok kardus. Level 1.1578 juga dilewati. Stop Loss kita kena. Boom!

Apa artinya ini? Artinya channel turunnya sudah tidak valid. Para bear kena prank. Ini bukan continuation (lanjutan), tapi reversal (pembalikan arah). Para buyer yang dari kemarin mencoba menangkap pisau jatuh akhirnya menang.

Inilah kenapa Stop Loss lebih penting dari pacar. Dia akan menyelamatkan Anda (dan akun Anda) di saat Anda terbukti salah. Tanpa Stop Loss, Anda hanya sedang berjudi.

Mengapa Analisis Teknikal Sering Bikin Stres? (Pelajaran Psikologi Trading Gratis)

Setup sebagus apapun, seperti analisis EURUSD ini, bisa gagal total jika psikologi kita berantakan. Analisis ini sebenarnya memberikan kita pelajaran trading yang jauh lebih dalam daripada sekadar "jual di sini, beli di situ".

Musuh #1: FOMO (Fear of Missing Out)

Penyakit trader pemula paling akut. Anda lihat analisis ini, Anda lihat harga sudah mulai turun sedikit di bawah zona resistance. Anda panik. "Wah, ketinggalan kereta!" Anda langsung pencet SELL di tengah jalan, jauh dari zona ideal.

Apa yang terjadi? Harga ternyata koreksi dulu, naik ke zona resistance 1.1550 (stasiun yang seharusnya Anda tunggu). Akun Anda minus. Anda makin panik. Eh, harga naik lagi sedikit, kena Stop Loss Anda yang terlalu sempit. Begitu Stop Loss Anda kena, harga berbalik turun beneran sesuai analisis awal.

Nyesek? Tentu saja. Itulah hukuman buat yang tidak sabaran. Analisis ini mengajarkan kita untuk sabar menunggu harga datang ke area kita, bukan kita yang mengejar harga.

Musuh #2: Revenge Trading (Si Ahli Balas Dendam)

Skenario zonk terjadi. Stop Loss Anda di 1.1578 kena. Anda rugi $100. Emosi Anda naik. "Kurang ajar ini market! Duit gue harus balik!"

Tanpa pikir panjang, Anda langsung buka posisi BUY 2x lipat (karena Anda pikir harga sudah pasti naik). Atau lebih parah, Anda SELL lagi dengan lot lebih besar, berharap harga balik turun. Ini namanya revenge trading.

Anda harus ingat: Market tidak kenal Anda. Dia tidak tahu Anda sedang marah. Dia tidak peduli. Revenge trading itu ibarat Anda meninju tembok karena kesal. Yang sakit tangan Anda sendiri, temboknya akan tetap di situ menertawakan Anda.

Mitos "Pasti Akurat 100%"

Tidak ada analisis yang 100% akurat. Analisis dari 'melikatrader94' di TradingView ini pun hanyalah sebuah "ide". Ide yang didasari oleh metodologi yang baik, tapi tetap saja sebuah probabilitas, bukan kepastian.

Tugas kita sebagai trader bukanlah menjadi peramal yang harus selalu benar. Tugas kita adalah menjadi manajer risiko yang baik. Kita harus punya rencana: Gimana kalau analisis saya benar? (Ambil profit). Gimana kalau analisis saya salah? (Batasi kerugian dengan Stop Loss).

Setup EURUSD ini adalah contoh sempurna dari manajemen risiko: ada area entry, ada area stop loss, ada area target profit. Rasio untung-ruginya (risk-reward ratio) jelas.

Kesimpulan: Jadi, EURUSD Mau Dibawa ke Mana?

Setelah kita bedah panjang lebar sampai berbusa, mari kita simpulkan dengan bahasa yang lebih sederhana, khusus buat Anda yang malas baca dari awal.

Ringkasan Singkat (Buat yang Malas Baca)

  • Analisis Bilang Apa? EURUSD lagi tren turun, kejebak di channel (kanal) yang miring ke bawah.
  • Ada Sinyal Apa? Ada sinyal "lanjutan" turun, karena harga baru aja memecahkan pola "bendera" kecil ke bawah.
  • Rencananya Gimana? Mau cari peluang SELL (jual).
  • Di Mana Jualnya? Di "atap" resistance 1.1535 – 1.1550, tapi tunggu ada sinyal penolakan dulu. Jangan asal masuk.
  • Kapan Harus Kabur (Stop Loss)? Kalau harga bablas naik nembus 1.1578.
  • Kapan Ambil Untung (Take Profit)? Target pertama di 1.1517, atau biarkan mengalir ke lantai channel yang lebih rendah.
  • Penting! Ini bukan ajakan trading. Ini edukasi. Do Your Own Research (DYOR), alias MIKIR SENDIRI! Risiko ditanggung penumpang.

Panggilan Jiwa

Gimana? Pusing tapi merasa sedikit lebih pintar? Atau malah makin pusing?

Analisis teknikal itu memang seni membaca "niat" market yang sering kali PHP. Satu analisis bearish hari ini bisa jadi bullish besok. Yang penting bukan soal benar atau salahnya, tapi soal bagaimana Anda merespons apa yang terjadi di depan mata Anda.

Kalau Anda doyan analisis model blak-blakan, penuh sarkasme, tapi (semoga) tetap edukatif kayak gini, Anda tahu harus ke mana. Daripada pusing sendirian menganalisis market yang kejam ini, mending follow akun sosial medianya INVEZTO.

Di sana, Anda bisa dapat banyak info-info menarik lainnya seputar pasar finansial, yang disajikan dengan gaya yang... ya, Anda tahu lah, nggak bikin ngantuk. Minimal, Anda tidak akan merasa bodoh sendirian saat melihat chart. Follow sekarang, biar nggak ketinggalan setup "neraka" atau "surga" berikutnya!

You may also like

Related posts