
Halo para pencari pasif income yang budiman. Pernahkah Anda mendengar pepatah "Harga tidak pernah bergerak lurus"? Ya, pasar itu seperti orang mabuk; kadang naik, kadang turun, tapi seringnya bolak-balik (sideways) bikin pusing. Nah, daripada Anda pusing menebak arah tren yang sering menipu, kenapa tidak memasang jaring saja?
Hari ini kita akan membedah artikel MQL5 Part 7 yang sangat "berbahaya" namun menggiurkan: Grid Trading dengan Dynamic Lot Scaling. Bahasa pasarnya: Martingale. Eits, jangan kabur dulu! Martingale di sini bukan versi judi yang menggandakan lot sampai akun meledak dalam semalam. Ini adalah versi terukur, terkomputasi, dan (semoga) anti-boncos. Siapkan mental baja Anda, karena kita akan membuat robot yang melawan arus.
Bayangkan Anda menebar jaring ikan setiap 10 meter. Tidak peduli ikan berenang ke kiri atau ke kanan, asalkan dia bergerak, dia akan nyangkut. Itulah Grid Trading.
Robot akan membuka posisi Buy atau Sell secara bertingkat pada interval harga tertentu (misal setiap 500 poin).
- Harga turun? Buka Buy lagi.
- Harga turun lagi? Buka Buy lagi dengan lot lebih besar.
- Harga balik naik sedikit? PANEN RAYA!
Kunci dari strategi ini bukan pada ketepatan prediksi (karena kita tidak peduli tren), tapi pada Manajemen Equity. Kita mengharapkan harga akan "pulang ke rata-rata" (Mean Reversion) setelah pergerakan ekstrem.
Artikel ini mengajarkan kita membangun sistem grid dengan komponen berikut:
Kita tidak asal pasang jaring. Kita pakai Moving Average (MA) periode 21 sebagai filter.
- Jika harga di atas MA (Pullback), kita cari Buy.
- Jika harga di bawah MA (Pullback), kita cari Sell.
Ini memastikan kita tidak melawan tren besar secara konyol.
Kita tentukan jarak antar order (Grid Spacing), misal 500 poin. Jangan terlalu rapat (nanti margin habis), jangan terlalu lebar (nanti jarang profit). Ini adalah seni menyeimbangkan keserakahan dan ketakutan.
Ini bagian paling kontroversial. Jika posisi pertama (Lot 0.1) floating minus, robot akan membuka posisi kedua dengan Lot 0.2 (Multiplier 2x). Posisi ketiga Lot 0.4, dan seterusnya.
Tujuannya? Agar saat harga berbalik arah sedikit saja, total profit dari lot besar akan menutupi kerugian lot kecil.
Risikonya? Kalau harga tidak balik-balik, selamat tinggal akun trading.
Kita tidak mencari profit ribuan persen. Kita cari "asal selamat dan untung dikit". Robot akan menghitung rata-rata harga entry (Average Price) dari semua posisi. Begitu harga menyentuh level BEP + sedikit profit, TUTUP SEMUA POSISI! Bersihkan meja, lalu mulai lagi dari awal.
Mari kita lihat bagaimana logika ini diterjemahkan ke dalam bahasa robot (MQL5).
Kita butuh variabel untuk menyimpan data penting:
double gridSize_Spacing = 500 * _Point; // Jarak antar jaring
double initialLotsize = 0.1; // Umpan awal
double LotSize; // Umpan yang membesar
Robot mengecek posisi candle terhadap MA. Jika valid, dia melempar order pertama.
"Oke, harga lagi diskon nih. Buy 0.1 Lot!"
Fungsi ini berjalan setiap saat (OnTick). Dia memantau apakah harga bergerak melawan posisi awal sejauh jarak grid.
"Waduh, harga turun 500 poin. Jangan panik! Hajar Buy lagi 0.2 Lot!"
Di sinilah logika penggandaan lot terjadi: LotSize *= 2;.
Ini adalah fitur keselamatan. Robot menghitung Weighted Average Price.
Misal: Buy 0.1 @ 1.2000 dan Buy 0.2 @ 1.1900.
Harga impas (BEP) bukan di tengah-tengah (1.1950), tapi lebih dekat ke lot besar (sekitar 1.1933).
Begitu harga nyenggol 1.1940 (BEP + Profit), robot langsung Close All. Lega rasanya.
Saya harus jujur (sarkas sedikit boleh kan?). Strategi ini terlihat seperti mesin pencetak uang. Dan memang benar... selama pasar sideways.
Tapi ingat, jika terjadi tren satu arah yang sangat kuat (misal Perang Dunia 3 atau Elon Musk nge-tweet aneh-aneh) tanpa ada koreksi, akun Anda akan menjadi donasi sukarela ke broker. Grid dengan Martingale itu seperti memungut koin di depan bulldozer. Dapat banyak koin, tapi sekali kelindas, tamat.
Tips Biar Gak Boncos:
1. Gunakan modal yang kuat (Ketahanan Dana).
2. Mulai dengan lot sekecil mungkin (0.01).
3. Batasi jumlah maksimal grid (Max Orders). Jangan biarkan robot buka sampai 20 layer.
4. Gunakan di pair yang "kalem" (sideways), jangan di Gold atau Bitcoin saat lagi ngamuk.
Artikel MQL5 Part 7 ini memberikan kita kerangka kerja yang solid untuk membuat robot Grid Trading. Logikanya sederhana, kodingnya rapi, dan potensinya besar. Tapi ingat, "With Great Power Comes Great Margin Call Risk".
Menguasai koding strategi ini akan membuat mental Anda lebih kuat. Anda tidak lagi panik melihat merah, tapi melihatnya sebagai peluang untuk menambah posisi (averaging) secara terukur. Asal jangan serakah, robot ini bisa jadi karyawan paling setia yang pernah Anda miliki.
Jadilah trader yang paham risiko. Jangan cuma bisa tekan tombol start, tapi juga tahu kapan harus tekan tombol stop (panic button).
Merasa tertantang bikin robot "Ternak Akun" ini tapi takut codingnya error? Atau butuh set file yang aman biar tidur nyenyak?
Jangan lupa untuk Follow akun social media INVEZTO sekarang juga! Kami rutin sharing bedah strategi algo trading, tips manajemen risiko anti-MC, dan tutorial coding yang ramah untuk pemula. Klik follow, dan mari kita ubah floating minus jadi profit plus-plus!
Multi-Level Grid Trading M...
Bitcoin: Asia Serves Toxic...
Pasar Forex Curang? ...
Gartley Pattern MQL5: The ...