Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 13 Nov, 2025

Mimpi Pensiun Dini dari Trading? Hitung Dulu "Angka Ajaib" Anda, Biar Nggak Halusinasi

Mimpi Pensiun Dini dari Trading? Hitung Dulu "Angka Ajaib" Anda, Biar Nggak Halusinasi

Gerakan "FIRE" dan Ilusi Pensiun Cepat di Era Instagram

Buka TikTok atau Instagram. Anda pasti akan menemukan video *cinematic* seseorang yang mengetik di laptop di tepi pantai, menyeruput kopi mahal, dengan tulisan: "Saya Pensiun di Usia 30 Tahun dari Trading. Ini Cara Saya."

Ah, manisnya. Mimpi "FIRE" (Financial Independence, Retire Early) telah menjadi candu baru bagi generasi kita. Kita semua ingin "bebas finansial", "keluar dari rat race", dan "hidup dari passive income". Dan bagi banyak dari kita, trading (terutama kripto, seperti yang ditunjukkan di chart BTCUSDT pada artikel TradingView aslinya) tampak seperti tiket lotre emas untuk mencapai mimpi itu secepat kilat.

Sebuah artikel menarik di TradingView dengan judul "How Much Do You Really Need to Retire? How to Get It?" (Berapa Banyak yang Sebenarnya Anda Butuhkan untuk Pensiun? Bagaimana Mendapatkannya?) mencoba menyentil kita kembali ke realitas. Penulisnya tidak sedang memberi sinyal long atau short Bitcoin. Dia mengajukan pertanyaan yang jauh lebih fundamental, pertanyaan yang 90% trader pemula (yang sibuk gambling) lupa tanyakan: "Sebenarnya, 'cukup' itu berapa?"

Artikel ini adalah tamparan edukatif bagi siapa saja yang berpikir pensiun dini itu cuma soal "profit konsisten". Mari kita bedah konsep ini, hitung angkanya dengan sarkasme yang jujur, dan lihat apakah mimpi Anda itu realistis atau cuma halusinasi massal.

Kitab Suci Pensiunan: Aturan 4 Persen (The 4% Rule)

Di dunia perencanaan keuangan, ada sebuah "kitab suci" yang dipegang teguh oleh para pemuja FIRE. Namanya adalah "The 4% Rule" atau "Aturan 4 Persen".

Apa Itu "Aturan 4 Persen" Sialan Ini?

Ini adalah sebuah teori yang lahir dari studi akademis (Trinity Study) di tahun 90-an. Idenya sederhana: "Berapa banyak uang yang bisa Anda 'curi' dari portofolio investasi Anda setiap tahun tanpa takut kehabisan uang sebelum Anda mati?"

Jawabannya, menurut studi itu: 4 persen.

Studi ini menemukan bahwa jika Anda memiliki portofolio yang terdiversifikasi (campuran saham dan obligasi, BUKAN koin micin), Anda bisa menarik 4% dari total nilainya di tahun pertama pensiun, lalu menyesuaikan angka tersebut dengan inflasi setiap tahun berikutnya, dan (kemungkinan besar) portofolio Anda akan bertahan setidaknya selama 30 tahun.

Contoh: Anda punya portofolio Rp 10 Miliar.

  • Tahun 1 Pensiun: Anda tarik 4% = Rp 400 juta (sekitar Rp 33 juta/bulan).
  • Tahun 2 Pensiun: Inflasi 5%. Anda tarik Rp 400 juta + 5% = Rp 420 juta.
  • Dan begitu seterusnya...

Secara teori, meskipun Anda terus menarik uang, sisa portofolio Anda akan terus bertumbuh (karena imbal hasil investasi) dan cukup untuk membiayai sisa hidup Anda. Kedengarannya mudah, bukan?

Cara Gampang Menghitung "Angka Kebebasan" Anda (Rumus 25x)

Aturan 4% ini melahirkan sebuah rumus cepat yang sangat populer untuk menghitung "Angka Ajaib" Anda, atau "FIRE Number" (Angka Pensiun Dini Anda):

Total Dana Pensiun yang Anda Butuhkan = 25 x Pengeluaran Tahunan Anda

Kenapa 25? Karena 100% dibagi 4% = 25. Matematika sederhana.

Mari kita hitung. Katakanlah, setelah Anda jujur pada diri sendiri (termasuk biaya ngopi, *skin game*, dan cicilan), Anda menemukan bahwa pengeluaran bulanan Anda adalah Rp 10 juta.

  • Pengeluaran Tahunan: Rp 10 juta x 12 = Rp 120 juta.
  • "Angka Ajaib" Anda: Rp 120 juta x 25 = Rp 3 Miliar.

Jadi, menurut teori ini, jika Anda berhasil mengumpulkan Rp 3 Miliar dalam bentuk investasi (bukan uang di bawah bantal), Anda "secara teknis" sudah bisa pensiun. Anda bisa hidup dengan menarik Rp 120 juta per tahun (4% dari Rp 3M) selamanya. Selamat!

... Tentu saja, jika hidup semudah itu, semua orang sudah pensiun.

Mengapa Aturan 4% Adalah Jebakan di Dunia Modern (Apalagi di Kripto)

Artikel TradingView itu menggunakan chart BTCUSDT sebagai latar belakang. Ini ironi yang sempurna. Karena menerapkan Aturan 4%—sebuah aturan yang dibuat untuk portofolio saham S&P 500 yang "membosankan"—ke dunia kripto yang brutal adalah resep sempurna untuk bencana finansial.

Jebakan #1: Volatilitas (Sequence of Return Risk)

Aturan 4% sangat sensitif terhadap apa yang terjadi di *awal* masa pensiun Anda. Ini disebut "Sequence of Return Risk" (Risiko Urutan Imbal Hasil).

Skenario Realistis (dan Menyakitkan) di Kripto:

  1. Anda berhasil! Anda mengumpulkan Rp 3 Miliar di portofolio (misal, 50% BTC, 50% ETH) setelah bull run gila-gilaan.
  2. Anda Pensiun Dini! Hari pertama, Anda tarik 4% (Rp 120 juta) untuk DP mobil impian Anda. Sisa portofolio: Rp 2.88 Miliar.
  3. Bulan Kedua: Crypto Winter tiba. Market *crash* 60%.
  4. Portofolio Anda yang Rp 2.88 Miliar kini nilainya tinggal... Rp 1.15 Miliar.
  5. Tahun depan, Anda mau tarik Rp 120 juta lagi (sesuai rencana)? Itu sekarang bukan 4% lagi, tapi sudah 10.4% dari sisa portofolio Anda. Anda sedang "mengkanibalisasi" modal Anda sendiri.
  6. Anda panik. Anda terpaksa menjual aset di harga terendah untuk menutupi biaya hidup.

Selamat. Mimpi pensiun 30 tahun Anda hancur dalam 3 bulan. Anda sekarang miskin *dan* punya cicilan mobil baru. Itulah bahayanya menerapkan aturan "investasi nenek-nenek" ke aset "spekulasi liar".

Jebakan #2: Inflasi yang Nggak Ada Akhlak

Studi Aturan 4% dibuat di era inflasi "jinak". Sekarang? Kita hidup di dunia di mana harga kopi favorit Anda naik dua kali setahun. Aturan 4% mungkin menutupi inflasi *resmi* (yang dilaporkan pemerintah), tapi apakah itu menutupi "Inflasi Gaya Hidup" Anda?

Saat Anda menghitung kebutuhan Rp 10 juta/bulan, Anda mungkin lupa bahwa 5 tahun lagi, teman-teman Anda akan ganti mobil, punya anak, dan liburan ke Jepang. Apakah Anda yakin "mental" Anda cukup kuat untuk tetap hidup dengan Rp 10 juta/bulan (yang disesuaikan inflasi) sementara dunia di sekitar Anda terus bergerak maju? Ini adalah siksaan psikologis.

Jebakan #3: Anda Hidup Terlalu Lama

Aturan 4% dirancang untuk "bertahan 30 tahun". Itu standar pensiun di usia 65 dan (maaf) meninggal di usia 95. Jika Anda "Pensiun Dini" di usia 35, Anda butuh portofolio Anda bertahan selama 50, 60, atau bahkan 70 tahun. Aturan 4% tidak pernah diuji untuk jangka waktu selama itu. Mungkin "Angka Aman" Anda sebenarnya adalah Aturan 3%, atau 2.5%, yang berarti "Angka Ajaib" Anda jadi 2x lipat lebih besar.

Trading: Jalan Tol Pensiun atau Jalan Menuju Kuburan Finansial?

Sekarang, mari kita bicara jujur. Kebanyakan dari kita di dunia trading tidak sedang "berinvestasi" untuk Aturan 4%. Kita sedang "berjudi" untuk mempercepat prosesnya. Kita tidak sabar mengumpulkan Rp 3 Miliar. Kita ingin mengubah Rp 30 juta menjadi Rp 3 Miliar. Dalam setahun. Pakai leverage.

Fasad: Trading sebagai Akselerator Mimpi

Secara teori, ini mungkin. Sebuah trade yang bagus di kripto bisa memberi Anda imbal hasil 1000% dalam sebulan. Anda bisa (secara matematis) mencapai "Angka Ajaib" Anda jauh lebih cepat daripada menabung di reksadana.

Ini adalah "sisi terang" yang dijual oleh para "guru" trading. Mereka menunjukkan kepada Anda entry yang sempurna di BTC, exit di puncaknya, dan *screenshot* profit yang bikin silau. Mereka membuat Anda percaya bahwa ini adalah "keterampilan" yang bisa dipelajari semua orang.

Realitas: Trading adalah Mesin Pembakar Mimpi

Bagi 90% orang, trading bukanlah akselerator pensiun. Trading adalah *akselerator kebangkrutan*. Trading itu bukan passive income. Trading adalah pekerjaan aktif paling stres di planet ini. Anda tidak sedang dibayar untuk memprediksi masa depan; Anda sedang mempertaruhkan uang Anda bahwa tebakan Anda (yang Anda sebut "analisis") lebih benar daripada tebakan ribuan profesional lainnya.

Mencoba "pensiun dini" HANYA dari trading aktif itu seperti mencoba pensiun dini dari bermain poker profesional di kasino. Bisakah itu dilakukan? Ya, segelintir orang bisa. Apakah ANDA orangnya? Kemungkinan besar, tidak.

Anda lebih mungkin menghabiskan 10 tahun ke depan untuk "belajar" trading, kehilangan modal Anda berkali-kali (MC), dan di usia 40, Anda sadar Anda tidak punya tabungan pensiun SAMA SEKALI, sementara teman Anda yang "membosankan" (yang menabung di S&P 500) sudah setengah jalan menuju Rp 3 Miliar-nya.

Jadi, Bagaimana Cara yang "Benar"? (Versi Realistis dan Tidak Menjual Mimpi)

Oke, jadi pensiun dini itu omong kosong? Tidak juga. Tapi itu membutuhkan rencana yang jauh lebih membosankan dan realistis daripada "All-in di Koin Micin".

Langkah 1: Hitung "Angka Jujur" Anda

Bukan "Angka Irit" (kayaknya sebulan 5 juta cukup). Bukan. Ambil buku catatan, buka aplikasi bank Anda, dan catat SETIAP pengeluaran Anda selama 3 bulan. Jujur. Termasuk biaya parkir, traktir teman, langganan streaming, dan semua "pengeluaran kecil" yang Anda bilang tidak terhitung. Setelah itu, kalikan 12, lalu kalikan 25. Angka itu (yang mungkin bikin Anda kaget) adalah titik awal Anda.

Langkah 2: Tentukan "Gaya Hidup Pensiun" Anda

Pensiun di vila Bali itu beda biayanya dengan pensiun di rumah orang tua di desa. Jujurlah tentang apa yang Anda inginkan. Jangan gunakan angka orang lain. Anda harus *sangat spesifik*.

Langkah 3: Pisahkan Kandang! (Kritikal!)

Ini adalah saran terbaik yang bisa saya berikan. Pisahkan uang Anda menjadi DUA kandang yang berbeda secara mental dan fisik (beda akun sekuritas/broker).

Kandang #1: "Portofolio Pensiun" (Si Membosankan)

  • Ini adalah uang untuk "Angka Ajaib" Anda (yang Rp 3 Miliar tadi).
  • Isinya: Investasi jangka panjang yang "membosankan tapi terbukti". Reksadana Indeks (S&P 500, IDX30), Obligasi, Emas, mungkin sedikit BTC (tapi *hold*, bukan *trade*).
  • Aturannya: DILARANG DIOBOK-OBOK. Setor rutin (DCA), lupakan. Jangan pernah gunakan uang ini untuk "membiayai" margin call Anda.

Kandang #2: "Akun Trading" (Si Biang Kerok)

  • Ini adalah uang "bermain" Anda. Uang yang Anda SIAP KEHILANGAN 100%.
  • Tujuannya BUKAN untuk pensiun. Tujuannya adalah menghasilkan *alpha* (keuntungan ekstra) atau sekadar hobi yang dibayar.
  • Jika akun ini profit besar, apa yang Anda lakukan? TARIK profitnya dan PINDAHKAN ke Kandang #1 (Portofolio Pensiun).

Jangan pernah, sekali lagi, JANGAN PERNAH, mengambil uang dari Kandang #1 untuk "menyelamatkan" posisi loss Anda di Kandang #2. Itu adalah bunuh diri finansial.

Kesimpulan: Berhenti Mencari Jalan Tol, Mulailah Membangun Jalan Setapak

Artikel di TradingView itu, dengan chart BTC-nya, adalah pengingat yang sempurna. Bitcoin itu sendiri adalah contoh volatilitas. Ia bisa menciptakan miliarder dalam semalam, dan menghancurkan tabungan seumur hidup di jam berikutnya.

Pensiun dini (FIRE) itu sebuah tujuan yang valid. Tapi itu bukan garis finis yang Anda capai dengan satu trade ajaib. Itu adalah hasil dari ribuan keputusan "membosankan" yang Anda ambil setiap hari: keputusan untuk menabung, keputusan untuk berinvestasi di aset yang membosankan, dan keputusan untuk tidak meledakkan akun Anda hari ini.

Berhentilah mencari jalan tol. Mulailah membangun jalan setapak Anda sendiri, bata demi bata. Itu tidak seksi, tidak bisa dipamerkan di Instagram, tapi itu satu-satunya cara yang benar-benar berhasil.

***

Perjalanan finansial ini memang rumit, penuh jebakan, dan seringkali brutal. Anda tidak perlu melewatinya sendirian sambil halusinasi melihat chart.

Jika Anda ingin dosis harian realitas finansial, analisis pasar yang jujur, dan sarkasme edukatif yang (semoga) bisa menjaga kewarasan Anda di dunia trading yang gila ini, Anda tahu harus ke mana. Follow akun sosial media INVEZTO!

Kami tidak menjanjikan Anda akan pensiun besok. Tapi kami berjanji Anda akan menjadi trader yang lebih cerdas, lebih realistis, dan (semoga) tidak bangkrut dalam prosesnya. Follow kami untuk info menarik lainnya!

You may also like

Related posts