
Halo para trader ritel yang budiman, alias "makanan empuk" bagi para institusi besar. Masih trading pakai indikator pelangi yang warnanya lebih meriah daripada pasar malam? Atau masih percaya kalau RSI Oversold itu jaminan harga bakal naik? Sadarlah, kawan. Di saat Anda sibuk menarik garis trendline miring-miring, para Smart Money (institusi besar) sedang sibuk memasang jebakan batman bernama Order Block.
Hari ini kita akan naik kelas. Kita akan membedah artikel MQL5 yang sangat "daging" berjudul "Mastering Order Block Detection for Smart Money Trading". Kita akan belajar cara membuat robot yang bisa melihat jejak kaki para raksasa pasar, bukan sekadar menebak-nebak buah manggis. Siapkan kopi, karena kita akan mengubah Price Action menjadi kode yang menghasilkan cuan.
Bayangkan institusi besar mau beli EURUSD sebanyak 10 miliar dolar. Apakah mereka langsung klik "Buy" di market? Tentu tidak. Harga akan melonjak gila-gilaan dan mereka dapat harga jelek. Mereka harus mencicil, memanipulasi, dan menumpuk order di area tertentu. Area penumpukan inilah yang disebut Order Block.
Secara visual di chart, Order Block seringkali terlihat sebagai:
Strategi kita sederhana: Kita tunggu harga "pulang kampung" ke area Order Block tersebut, lalu kita ikut nebeng sama institusi. Masalahnya, mata manusia sering bias dan lelah. Di sinilah peran MQL5.
Untuk membuat robot detektor Order Block, kita tidak bisa sembarangan bilang "pokoknya kalau ada candle merah lalu hijau panjang, itu OB!". Robot butuh definisi matematis yang kaku. Berikut logikanya:
Langkah pertama adalah mencari area di mana harga bergerak sideways dalam range sempit. Ini adalah fase akumulasi.
Logika Kode: Cek 7 candle terakhir. Apakah selisih High dan Low-nya tidak lebih dari 50 poin? Jika ya, tandai sebagai zona konsolidasi.
Order Block yang valid harus diikuti oleh pergerakan yang kencang (impulsif), bukan yang "malu-malu kucing".
Logika Kode: Apakah harga tiba-tiba keluar dari zona konsolidasi dengan momentum kuat? Jika ada candle yang menutup jauh di luar range, kita punya potensi Order Block.
Jika breakout terjadi ke atas, maka zona konsolidasi tadi adalah Bullish Order Block. Jika ke bawah, maka Bearish Order Block. Robot kemudian akan menggambar kotak (Rectangle) di chart secara otomatis. Jadi Anda tidak perlu lagi mengira-ngira.
Jangan takut melihat kode. Anggap saja ini resep masakan. Berikut adalah bahan-bahan utama yang kita perlukan dalam skrip MQL5 kita.
Kita butuh tempat untuk menyimpan harga tertinggi (Highest High) dan terendah (Lowest Low) dari range konsolidasi.
struct PriceIndex {
double price;
int index;
};
PriceIndex highestHigh = {0, 0};
PriceIndex lowestLow = {0, 0};
Setiap kali harga bergerak (tick baru), atau lebih efisiennya setiap bar baru (New Bar), robot akan melakukan scanning:
IsConsolidationEqualHighsAndLows(). Fungsi ini akan mengecek apakah candle-candle terakhir tingginya hampir sama.Tidak semua breakout itu valid. Banyak yang palsu (Fakeout). Kita perlu memvalidasi kekuatan breakoutnya. Di sinilah kita mengecek seberapa jauh harga lari meninggalkan "kandang" konsolidasinya.
Biar terlihat profesional (dan memudahkan backtest visual), kita suruh robot menggambar kotak. ObjectCreate(..., OBJ_RECTANGLE, ...);
Warna hijau (Lime) untuk Bullish OB, dan merah (Red) untuk Bearish OB. Kalau robot menggambar kotak biru, artinya itu cuma range biasa (bukan OB).
"Bang, kan banyak indikator SMC gratisan di market?"
Betul. Tapi kebanyakan indikator itu repaint (berubah warna kalau salah) atau logikanya tidak transparan. Dengan membuat sendiri (atau setidaknya memahami kodenya), Anda memegang kendali penuh.
Artikel MQL5 Part 6 ini mengajarkan kita bahwa konsep Smart Money yang terlihat mistis dan eksklusif itu sebenarnya bisa dipecah menjadi logika pemrograman yang sederhana: Konsolidasi -> Breakout Impulsif -> Retest.
Dengan mengotomatisasi deteksi Order Block, Anda membebaskan diri dari bias subjektif. Anda berhenti menebak dan mulai berdagang berdasarkan probabilitas dan struktur pasar yang nyata. Ingat, pasar finansial adalah tempat pemindahan uang dari yang tidak sabar (manual trader yang emosian) ke yang sabar (algo trader yang sistematis).
Coding MQL5 mungkin terlihat menakutkan di awal, tapi percayalah, ini adalah investasi leher ke atas yang akan menyelamatkan leher (dan dompet) Anda di masa depan.
Tertarik belajar coding robot SMC tapi bingung mulai dari mana? Atau ingin request bedah strategi "institusi" lainnya?
Jangan lupa untuk Follow akun social media INVEZTO sekarang juga! Kami menyajikan tutorial trading algo yang no-nonsense, bedah strategi yang tajam, dan tips coding yang ramah untuk pemula. Jangan sampai ketinggalan update, karena di INVEZTO, kami mengubah kode menjadi profit!
Multi-Level Grid Trading M...
Bitcoin: Asia Serves Toxic...
Pasar Forex Curang? ...
Gartley Pattern MQL5: The ...