Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 21 Nov, 2025

Renko Charts di MT5: Trading Zen Tanpa Stres atau Cuma Tumpukan Bata yang Bikin Nyesek?

Panduan Renko Charts di MT5

Renko Charts di MT5: Trading Zen Tanpa Stres atau Cuma Tumpukan Bata yang Bikin Nyesek?

Mari kita jujur-jujuran. Berapa kali Anda buka chart M1 atau M5 dan merasa seperti sedang melihat tes EKG orang yang lagi dikejar rentenir? Naik, turun, naik, turun, *sideways* panjang, lalu tiba-tiba satu *spike* gila yang menghabisi *stop loss* Anda. Itulah "indahnya" trading menggunakan chart berbasis waktu (time-based).

Setiap *candle* mewakili waktu. 5 menit. 1 jam. 1 hari. Tidak peduli harganya cuma gerak 1 poin atau 1000 poin, *candle* baru akan tetap terbentuk. Hasilnya? Kekacauan visual. Kita menyebutnya "noise" atau "kebisingan pasar". Itu adalah puluhan pergerakan harga tidak signifikan yang dirancang khusus untuk membuat Anda panik, ragu, dan mengambil keputusan bodoh.

Lalu, datanglah seorang "master" trading dari Jepang (konon katanya) dan berkata, "Bagaimana kalau kita buang saja konsep WAKTU?"

Itulah premis gila di balik Renko Charts. Renko, dari kata "Renga" yang artinya "bata", adalah cara melihat pasar yang sama sekali berbeda. Dan di artikel ini, kita akan membongkar tuntas apa itu Renko, mengapa ia bisa jadi sahabat terbaik Anda, dan mengapa ia juga bisa jadi penipu paling licik di *platform* MT5 Anda.

Apa Sebenarnya Renko Charts Itu? (Dan Kenapa Bikin Candlestick Terlihat Rumit)

Bayangkan Anda sedang membangun tembok pakai LEGO. Anda punya banyak keping LEGO (bata) dengan ukuran yang sama persis. Anda tidak akan menumpuk bata baru sampai Anda punya ruang yang cukup, bukan?

Renko bekerja persis seperti itu. Ia sama sekali tidak peduli dengan waktu. Entah itu butuh 5 menit, 5 jam, atau 5 hari, Renko tidak akan menggambar "bata" (brick) baru sampai harga bergerak sejauh jarak yang sudah Anda tentukan.

Chart Renko terdiri dari dua hal:

  1. Bata Hijau (atau Putih): Menandakan harga NAIK.
  2. Bata Merah (atau Hitam): Menandakan harga TURUN.

Itu saja. Tidak ada *shadow* (sumbu) atas-bawah yang bikin pusing. Tidak ada *body* besar-kecil. Tidak ada pola *Doji*, *Hammer*, atau *Engulfing* yang harus Anda hafal. Yang ada hanya tumpukan bata rapi yang menunjukkan satu hal: pergerakan harga yang signifikan.

Cara Kerja Renko: Selamat Tinggal, Waktu!

Di sinilah letak keajaibannya (atau keanehannya). Saat Anda membuka chart Renko, Anda harus menentukan satu parameter krusial: Ukuran Bata (Brick Size).

Katakanlah Anda trading EURUSD dan Anda menetapkan *Brick Size* = 10 pips (atau 100 poin).

  • Harga saat ini 1.10000.
  • Agar sebuah bata NAIK (Hijau) baru terbentuk, harga harus bergerak naik menembus 1.10100. *Klik!* Bata baru muncul.
  • Harga sekarang di 1.10100. Agar bata TURUN (Merah) baru terbentuk, harga harus turun DUA KALI LIPAT ukuran bata, yaitu ke 1.09900 (turun 20 pips dari 1.10100).

Kenapa harus dua kali lipat untuk berbalik arah? Ini adalah mekanisme jenius Renko untuk filter noise. Jika harga hanya naik 10 pips lalu turun lagi 10 pips, itu dianggap *noise*. Renko tidak akan menggambar apa-apa. Dia hanya akan menggambar bata baru jika tren berlanjut (naik 10 pips lagi) atau jika tren berbalik secara signifikan (turun 20 pips).

Hasilnya? Chart yang LUAR BIASA bersih. Sangat, sangat bersih. Sampai-sampai terlihat menipu.

Kelebihan Renko: Kenapa Para "Master" Suka Pamer Chart Ini?

Ada alasan kenapa chart Renko sering muncul di Instagram para "guru trading". Tampilannya memang seksi dan terlihat "mudah". Dan jujur saja, kelebihannya memang nyata.

1. Filter Noise yang Brutal (Level Dewa)

Ini adalah kelebihan utamanya. Periode *sideways* yang di chart *candlestick* terlihat seperti gergaji mesin, di chart Renko mungkin hanya terlihat... datar. Atau mungkin hanya terdiri dari 2-3 bata yang bolak-balik. Anda tidak akan tergoda untuk *over-trading* di pasar yang sedang tidak jelas. Renko secara paksa membuat Anda lebih sabar.

2. Tren Terlihat Jelas (Bahkan oleh Nenek Anda)

Lupakan *Moving Average* yang saling silang. Di Renko, tren itu sederhana:

  • Serangkaian bata hijau beruntun? Uptrend.
  • Serangkaian bata merah beruntun? Downtrend.

Anda tidak perlu jadi analis teknikal bersertifikat untuk melihat ke mana arah pasar. Ini membuat pengambilan keputusan jadi lebih sederhana: "Jangan *short* saat bata masih hijau."

3. Support/Resistance Rapi Kayak Ubin Masjid

Karena Renko mengabaikan *spike-spike* kecil (noise), level *Support* dan *Resistance* (S/R) yang terbentuk biasanya jauh lebih valid dan bersih. Area di mana tumpukan bata berbalik arah berkali-kali adalah level S/R yang sangat kuat. Anda tidak perlu pusing menarik garis S/R yang meleset 5-10 pips karena sumbu *candle* yang kepanjangan.

Kelemahan Renko: Dosa Tersembunyi di Balik Tembok Bata

Oke, cukup promosinya. Sekarang mari kita bicara kenyataan pahit. Jika Renko sesempurna itu, kenapa tidak semua orang memakainya dan jadi kaya raya?

Karena Renko punya kelemahan yang, jika Anda tidak sadar, akan menghancurkan akun Anda lebih cepat daripada *candle* NFP.

1. Ilusi Waktu, "Repainting Semu", dan Lag yang Kejam

Ini dosa terbesarnya. Karena Renko tidak punya sumbu waktu, Anda bisa salah kaprah.

Contoh Skenario Bencana:

Anda melihat chart Renko EURUSD (Brick Size 10 pips). Wow! Ada 5 bata hijau beruntun. Terlihat seperti *uptrend* yang mulus dan stabil. Anda berpikir, "Ah, ini tren yang sehat."

Kenyataan:

5 bata hijau itu (total 50 pips) mungkin saja terbentuk hanya dalam 10 DETIK saat rilis berita NFP. Itu adalah pergerakan super volatil dan eksplosif. Tapi di chart Renko Anda, itu terlihat sama mulusnya dengan tren yang butuh waktu 5 jam untuk terbentuk.

Masalah lainnya adalah *lag*. Bata terakhir selalu bisa berubah-ubah. Anda mungkin melihat bata hijau baru terbentuk. Anda *entry buy*. Tiba-tiba harga turun 19 pips (ingat, butuh 20 pips untuk *reverse*). Bata hijau tadi akan tetap di sana, seolah-olah harga masih *bullish*. Padahal harga *real-time* sudah hampir menyentuh *stop loss* Anda. Ini bukan *repainting* klasik, tapi ini "tipuan visual" yang mematikan.

2. "Brick Size" Adalah Segalanya (dan Anda Pasti Salah Pilih)

Seluruh performa chart Renko Anda bergantung pada satu angka: Ukuran Bata.

  • Ukuran terlalu kecil (misal 2 pips): Selamat, Anda baru saja menciptakan ulang chart M1 yang berisik. Chart Renko Anda akan sama kacaunya dengan *candlestick*.
  • Ukuran terlalu besar (misal 50 pips): Selamat, Anda akan dapat 3 sinyal trading per tahun. Chart Anda akan terlihat super mulus, tapi Anda akan ketinggalan semua pergerakan harga yang lebih kecil.

Banyak trader menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk mencari "Brick Size terbaik", yang mana (spoiler!) itu tidak ada. Ukuran yang pas hari ini, akan jadi bencana minggu depan saat volatilitas pasar berubah.

3. Tidak Cocok untuk Scalping (Serius, Jangan Coba-Coba)

Scalper butuh informasi *real-time* soal *spread*, volume, dan kecepatan pergerakan. Renko menyembunyikan semua itu. Anda tidak tahu seberapa "kuat" pergerakan di balik satu bata. Anda hanya melihat hasil akhirnya. Mencoba *scalping* pakai Renko itu seperti lari maraton sambil pakai penutup mata.

Panduan Praktis (Tanpa Basa-Basi): Cara Install Renko di MT5

Inilah masalah utamanya: MetaTrader 5 (MT5) TIDAK mendukung Renko secara *native*. Titik. Anda tidak bisa klik `Charts -> Renko` seperti di platform lain. Ini menyebalkan.

Untuk memakai Renko di MT5, kita harus pakai "trik". Trik ini melibatkan penggunaan Indikator (atau Expert Advisor) khusus yang akan *membuatkan* kita chart Renko di "belakang layar". Chart ini disebut Offline Chart.

Ikuti langkah-langkah ini dengan teliti, jangan ada yang terlewat.

Langkah 1: Paham Konsep "Offline Chart"

Offline Chart di MT5 adalah chart yang datanya tidak disuplai langsung oleh broker Anda. Datanya disuplai oleh "sesuatu" yang lain. Dalam kasus ini, "sesuatu" itu adalah Indikator Renko yang akan kita pasang.

Indikator ini akan "mendengarkan" data harga *real-time* (misal dari EURUSD, M1) lalu "menulis" data tersebut sebagai bata-bata Renko ke sebuah file data histori kustom (misal, "EURUSD, M2").

Kita kemudian akan membuka chart "EURUSD, M2" itu secara *offline*.

Langkah 2: Dapatkan Indikator Renko

Anda tidak bisa pakai indikator bawaan. Anda harus *download* atau membeli Indikator Renko. Artikel MQL5 (yang jadi inspirasi tulisan ini) biasanya menyertakan contoh kodenya, atau Anda bisa cari di *Marketplace* MQL5. Cari saja "Renko" (banyak yang gratis, banyak juga yang berbayar).

Setelah Anda *download* (file .ex5 atau .mq5), masukkan ke folder `MQL5/Indicators` di instalasi MT5 Anda. *Restart* MT5 Anda.

Langkah 3: Setting dan Buka Chart Offline (Bagian Paling *Ribet*)

  1. Buka Chart "Sumber Data": Buka chart *live* biasa. Sangat disarankan pakai chart M1 (1 Menit). Kenapa? Karena indikator Renko butuh data *tick* paling detail untuk membangun bata yang akurat. Mari kita pakai EURUSD, M1.
  2. Pasang Indikator Renko: *Drag and drop* Indikator Renko yang tadi Anda *download* ke chart EURUSD, M1.
  3. Atur Parameter (Input):
    • Brick Size (in pips): Di sinilah Anda masukkan angka keramat itu. Misal: 10.
    • Offline Chart Timeframe: Ini adalah "nama" chart baru Anda. Jangan pakai M1, H1, dll. Pakai angka yang tidak standar agar tidak bingung. Misal, set ke M2 (artinya 2 menit).
  4. Aktifkan "Allow DLL imports" di tab 'Common' saat memasang indikator. Ini seringkali diperlukan. Klik OK.
  5. Cek Tab "Experts": Pastikan Indikator Anda berjalan dan tidak ada error. Seharusnya ada tulisan seperti "Renko chart EURUSD, M2 is being generated..."
  6. Buka Chart Offline Anda: Ini dia puncaknya. Klik File -> Open Offline.
  7. Cari chart bernama "EURUSD, M2" (atau apa pun yang Anda set di Langkah 3). Klik Open.

JEDERR! Anda sekarang akan melihat sebuah chart baru yang berisi bata-bata Renko yang cantik. Chart ini akan terus *update* secara *real-time* selama:

  1. Indikator Renko-nya jalan.
  2. Chart "sumber data" (EURUSD, M1 tadi) TETAP TERBUKA. Jika Anda tutup chart M1-nya, chart Renko Anda akan berhenti *update*.

Studi Kasus: Cara Goblok vs. Cara Cerdas Pakai Renko

Oke, Anda sudah berhasil pasang. Sekarang bagaimana cara pakainya agar tidak jadi donatur broker?

Cara Goblok (Dijamin Miskin)

  • Menggunakan strategi "Beli saat bata hijau pertama, Jual saat bata merah pertama".
  • Kenapa goblok? Karena di pasar *sideways*, Anda akan "terjebak" terus-menerus. Harga naik 10 pips (bata hijau, Anda *buy*), lalu turun 20 pips (bata merah, Anda *cut loss* dan *sell*), lalu naik lagi 20 pips (bata hijau, Anda *cut loss* dan *buy*). Anda akan mati perlahan oleh *spread* dan komisi.
  • Memakai *brick size* super kecil dan menganggapnya sebagai "sinyal *scalping*".

Cara Cerdas (Anda, Setelah Membaca Ini)

  • Sebagai Konfirmator Tren Mayor: Buka chart Renko dengan *brick size* BESAR (misal 50 pips) di satu monitor. Buka chart *candlestick* H1 biasa di monitor lain. Gunakan Renko hanya untuk satu hal: menentukan arah tren utama. Jika Renko sedang hijau-hijau, Anda hanya akan mencari sinyal *BUY* di chart H1 Anda. Anda memfilter 50% keputusan salah.
  • Sebagai Pendeteksi Breakout: Gunakan Renko untuk melihat level S/R yang bersih. Pasang *pending order* beberapa pips di atas level *resistance* Renko, karena jika level itu tembus, artinya satu bata baru terbentuk dan momentumnya kemungkinan kuat.
  • Dikombinasikan dengan Indikator Lain: Pasang RSI atau Stochastic di chart Renko Anda. Cari *divergence* saat Renko membuat *higher high* tapi RSI membuat *lower high*. Ini adalah sinyal pembalikan arah yang sangat kuat.

Kesimpulan: Jadi, Pakai Renko atau Balik ke Candlestick?

Renko Charts bukanlah "Holy Grail". Maaf sudah menghancurkan harapan Anda. Ia adalah sebuah alat. Sama seperti pisau. Di tangan koki, ia jadi alat masak. Di tangan orang bodoh, ia jadi senjata makan tuan.

Renko adalah alat yang luar biasa untuk mendiagnosis kesehatan tren dan mengabaikan drama pasar jangka pendek. Ia memaksa Anda untuk fokus pada pergerakan harga yang "sebenarnya", bukan pada bayangan *candle* yang menakut-nakuti.

Kelemahan terbesarnya adalah hilangnya informasi waktu, yang bisa menciptakan ilusi ketenangan padahal pasar sedang bergejolak. Jangan pernah *entry* hanya berdasarkan satu bata Renko. Gunakan ia sebagai filter, sebagai kompas, atau sebagai asisten analisis Anda.

Jika Anda adalah tipe trader yang emosional, mudah panik melihat *noise*, dan sering *over-trading* di pasar *sideways*, Renko mungkin adalah terapi kejut yang Anda butuhkan.

Mau bongkar-bongkaran jujur dan sarkastik tentang alat-alat trading lainnya? Atau ingin tahu strategi lebih dalam tentang cara menggabungkan Renko dengan indikator lain? Jangan cuma bengong di sini.

Pastikan Anda follow akun sosial media INVEZTO! Kami menyajikan info, analisis, dan edukasi trading yang blak-blakan, tanpa *gimmick* "pasti profit", dan tentu saja, jauh lebih menarik daripada hanya menatap tumpukan bata. Dapatkan info menarik lainnya dan jadilah trader yang lebih cerdas, bukan cuma lebih sibuk.

You may also like

Related posts