
Apakah seorang trader sukses itu harus terlahir dengan bakat dewa, atau bisa ditempa lewat latihan dan sistem yang tepat? Kalau kamu masih mikir jadi trader itu "gift from above", mari duduk manis dan kenalan dulu dengan eksperimen paling gila dan ambisius di dunia trading: Turtle Traders.
Pada tahun 1983, dua orang trader legendaris – Richard Dennis dan William Eckhardt – adu argumen. Yang satu bilang, siapa pun bisa jadi trader sukses kalau diajari sistem yang benar. Yang satu lagi bilang, ah ngimpi! Harus ada insting alami, bakat bawaan, dan mungkin, doa orang tua.
Jadi, gimana cara menyelesaikan debat klasik ini? Bukan dengan podcast atau debat YouTube. Mereka bikin eksperimen langsung: ngajarin orang-orang biasa buat trading. Yep, seperti ngasih SIM ke orang yang baru belajar jalan.
Karena Dennis bilang dia bisa “membiakkan” trader sama seperti orang Singapura membiakkan kura-kura di peternakan. Yep, serius. Jadi para murid ini dikasih nama "Turtle Traders".
Spoiler: Nope. Mereka ngerekrut orang dari latar belakang yang absurd. Ada penjaga keamanan, aktuaris, bahkan akuntan. Satu-satunya yang mereka butuhkan? Kemauan belajar dan disiplin. Karena Dennis percaya, dengan sistem yang solid dan mindset yang benar, semua orang bisa profit.
Para turtle dikasih pelatihan intensif selama dua minggu (yep, cuma dua minggu, bukan kuliah empat tahun). Mereka diajari sistem trend-following, position sizing, entry/exit, dan manajemen risiko.
Mereka juga diwajibkan buat follow the system, bukan ikutin perasaan. Tidak ada drama, tidak ada FOMO, dan pastinya... tidak ada sinetron “mantan pacar entry sell duluan”.
Hasilnya? GILA. Para Turtle ini menghasilkan jutaan dolar dalam waktu kurang dari lima tahun. Beberapa dari mereka bahkan jadi legenda trading setelah eksperimen selesai. Jadi, ya… Dennis menang debat. Sistem menang, nurture menang, dan semua “anak kura-kura” jadi trader elit.
Sabar dulu, sobat pips. Walaupun eksperimen ini membuktikan bahwa skill bisa dipelajari, bukan berarti semua orang bisa sukses asal ikut kelas 2 minggu. Para Turtle punya:
1. Trading itu bisa dipelajari. Tapi harus siap mental. Karena yang dibutuhkan bukan cuma sistem, tapi juga mindset baja dan kedisiplinan militernya Pak RT.
2. Sistem yang profitable itu ada. Tapi kamu harus konsisten. Sistem yang sering diganti-ganti kayak wallpaper HP bakal berujung pada “Deposit-Revolusi”.
3. Risk management adalah dewa. Bahkan Turtle Traders punya batasan berapa lot per posisi. Kalau kamu masih pakai “feeling” buat sizing, siap-siap naik angkot bareng kenangan.
Kesimpulannya? Dalam dunia trading, nurture alias pembelajaran, latihan, dan kedisiplinan bisa mengalahkan bakat alami. Tentu saja, kalau kamu punya bakat dan didukung sistem—itu kombo maut. Tapi kalau enggak? Tenang, Turtle Traders udah buktiin bahwa kamu tetap punya peluang.
Coba pikir ulang. Daripada buang waktu nunggu “ilham” jadi trader jenius, mending invest waktu dan tenaga buat belajar sistem yang terbukti. Jangan lupa, jadikan manajemen risiko sebagai pacar utama kamu.
Kalau kamu masih ragu apakah bisa jadi trader sukses, ingat kisah Turtle Traders. Mereka bukan siapa-siapa, tapi mereka disiplin, taat sistem, dan jadi legenda. Jadi, stop overthinking, mulai belajar, dan jalankan sistem kamu dengan konsisten.
Penasaran sistem kayak apa yang cocok buat kamu? Gali terus wawasan tradingmu dan follow akun social media INVEZTO biar nggak ketinggalan insight-insight menarik lainnya. Karena, hey, siapa tahu kamu Turtle selanjutnya?
Multi-Level Grid Trading M...
Bitcoin: Asia Serves Toxic...
Pasar Forex Curang? ...
Gartley Pattern MQL5: The ...